Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran konsep. Konsep adalah merupakan kumpulan fakta-fakta yang memiliki korelasi kuat  satu sama lain sehingga membentuk suatu pengertian  yang utuh (Djahiri, 1978/1979). Hal tersebut berati bahwa konsep merupakan bayangan utuhn  yang terdiri dari serenttetan fakta-fakta yang saling bertautan untuk  menciptakan suatu pengertian yang utuh terhadap sesuatu.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan  oleh guru jika tidak dapat meningkatkan hasil belajar siswa, atau tidak dapat memenuhi target pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru, maka guru dapat melakukan berbagai bentuk pendekatan pembelajaran. Dengan demikian, maka kemampuan mengajar guru merupakan aktifitas yang harus dilakukan secara efektif agar siswa dapat memahami dan menguasai secara utuh materi pelajaranyang disampaikan oleh guru. Olehnya itu guru hendaknya banyak menguasai model pembelajaran yang bervariasi  sehingga mampu memilih dengan tepat sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan serta sesuai dengan kemammpuan guru untuk menggunakannya.

Model mengajar dapat diartikan sebagai  kerangka konseptual  yang digunakan sebagai pedoman  dalam melakukan suatu kegiatan.  Model pembelajaran adalah  kerangka konseptual yang melukiskan  prosedur yang sistematis  dalam mengorganisasikan pengalaman  belajar untuk mencapai tujuan mengajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman  bagi para perancang pembelajaran untuk merencanakan dan melaksanakan aktifitas pengajaran (Sumaatmaja, 2008).

Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa model pembelajaran adalah merupakan kerangka atau desain pembelajran yang dijadikan pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegaitan belajar mengajar yang telah disusun dan dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini tetntu tetap bermuara kepada bagaimana guru dapat mengarahakan siswa agar dapat menguasai materi pelajaran yang diajarkan oleh guru.

Batasan jelas tentang Model Pembelajaran Konsep dikemukakan oleh Jamws Womack (1997) mengemuakkan pengertian konsep sebagai  ungkapan yang memiliki ciri-ciri menonjol dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Jadi dalam konterks pebelajaran Bahasa Indonesia konsep adalah ciri atau karakteristik yang menonjol yang tidak dapat dipisahkan dari  konteks Bahasa Indonesia tersebut. Konsep tertentu dapat melahirkan suatu generalisasi atau suatu kebulatan pengertian. Jadi generaliasasi adalah hubungan antara dua konsep atau lebih  dalam bentuk kalimat lengkap  yang merupakan persyaratan deklaratif dan dapat dijasikan suatu  prinsip atau ketentuan bagi segala sesuatu yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia.

Secara rinci Model Pembelajaran Konsep khususnya dikemukakan oleh Sumaatmaja (2008) sebagai berikut:

  1. Mencari unsur-unsur yang termasuk ke dalam konsep tersebut dan mengelompokkannya. Pada langkah ini guru bersama dengan murid mencari dan menentukan pilihan pokok bahan yang termasuk lingkup konsep yang menjadi pilihannya.
  2. Menentukan dan merumuskan tujuan intruksional
  3. Memilih hal-hal atau situasi yang dapat mendukung tentang konsep tersebut serta memperlancar tujuan instruksional
  4. Merencanakan dan mencari hal-hal  yang diperkirakana membantu siswa dalam proses pemahaman dan pemantapan konsep
  5. Mencari dan menetukan cara penyajian  dan pengembangan proses internalisasi konsep secara lengkap.

Dalam melaksanakan model pembelajaran konsep beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti pada saat penentuan unsur-unsur atau pemilihan dan pengeorganisasian konsep perlu mempertimbangkan beberapa hal di ataranya adalah:

  1. Validitas atau kebenaran dan kemamtapan konsep yang akan dipilih
  2. Significanty atau mengandung nilai yang berhubungan dengan kepentingan  dan tingkat kematangan siswa.
  3. Durability atau faktor kelanggengannya
  4. Balance atau kesimpulan  yang mengharuskan guru memelihara  pengembangan konsep tersebut baik lingkup maupun kedalamannya.

Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran konsep, siswa harus mampu mengemukakan pendapat dan pendiriannya tentang konsep tersebut. Jaln menuju hal tersebut dapat ditempuh melalui:

  1. Verbal ekssposision (eksposisi lisan)  dimana guru menuntun siswa  untuk mengungkapkan dan menyatakan isi konsep yang diajarkan menurut bahasanya sendiri
  2. Tekhnik perincian konsep dimana guru mengembangkan pokok isi konsep serta ciri dan percontohannya dan siswa diminta untuk  melengkapi, meneruskan dan mennyempurnakan termasuk mengetahui kelebihan dan kekurangan. Hal ini dapat dilakukan oleh siswa baik melalui kelompok mampun secara individu.

Oleh karena itu dalam penerapan model pembelajaran konsep tentu sangat terganung dari kemampuan guru  terhadap seluk beluk konsep tersebut. Sehingga tidak muncul keraguan guru terhadap isi materi  dan tidak sekedar memikirkan  tekhnik pilihan  penyajian materi semata. Jika demikian, maka siswa tidak dapat memperoleh bimbingan dari guru dalam melaksanakan atau megikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konsep.

Selain faktor tersebut di atas, dalam penerapan model pembelajaran konsep juga guru perlu mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan dalam melaksanakan pembelajaran konsep seperti lingkungan beljar, media dan sumber belajar yang akan digunakan.

 

Tags: , , , , ,